Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

SDM Profesional » Prof. Dr. Ir. Mesak Tombe

Satuan Kerja:Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Pendidikan:S3
Jabatan:Peneliti Utama
Bidang Penelitian:Hama dan Penyakit Tanaman
Komoditas:Jambu Mete, Atsiri

Profil

Mendapat gelar sarjana pertanian pada tahun 1979 dari Fakkultas Pertanian Universitas Hasannudin di Makasar. Pendidikan S2 ditempuh di Institut Pertanian Bogor di Bogor dan selesai pada tahun 1985, dengan gelar MS. Sedangkan pendidikan doktor di bidang fitopatologi tanaman ditempuh di Faculty of Agriculture Hokaido University di Jepang dan selesai pada tahun 1994. Pendidikan S2 dan S3 mengambil tema pengendalian Biologi dan terpadu Penyakit BBV pada vanili.

Jenjang fungsional dimulai dari asisten peneliti madya pada tahun 1985 dan mencapai Ahli Peneliti Utama pada tahun 2006. Pada awal kariernya meneliti penyakit pada tanaman vanili secara khusus penyakit busuk batang vanili (BBV); tesis S2 dan S3 adalah tentang penyakit BBV. Fokus penelitian meliputi taxonomi, epidemiologi, teknologi pengendaliaan ramah lingkungan menggunakan fungisida nabati, produksi bibit sehat, pemanfaatan agensia hayati.

Melalui SK LIPI no 372/A/2010 tanggal 25 Maret 2010 memperoleh gelar Prof Riset bidang Fitopatologi dengan judul orasi “Ramah Lingkungan Dalam Pengendalian Terpadu Penyakit Busuk Batang Vanili”.

Hasil penelitian telah dipublikasi dalam bentuk karya tulis Ilmiah sebanyak 125 tulisan yang diterbit sebanyak 92 tulisan dan yang tidak di terbitkan 34 tulisan serta sebanyak 36 yang berbahasa Inggris. Beberapa hasil penelitian yang telah di patenkan dan komersialkan secara luas yang dikenal dengan teknologi BioFOB yang terdiri dari 4 produk, yaitu biovaksin, pupuk hayati, fungisida nabati dan pupuk bioorganik serta bibit yang bebas dan toleran penyakit tahun 2003 teknologi ini telah komersialkan dalam bentuk waralaba kerjasama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dengan pihak swasta di 12 provinsi, serta digunakan secara luas untuk pengembangan vanili dan penanggulangan penyakit BBV. Sebanyak 2 formula yaitu BioFOB dan BioTRIBA telah dipatenkan, untuk komersial. Sebagai peneliti pembantu dalam pelepasan varitas unggul vanili dengan nama VANIA 2 melalui keputusan Menteri Pertanian nomor: 1371/Kpts/SR.120/10/2008 tahun 2008.

Penghargaan diterima pada seminar dan kongres ke IX FPI di Ujung pandang sebagai peneliti muda potensial. Tahun 2006 mendapat penghargaan dari pemerintah (Menteri Pertanian) sebagai peneliti yang berprestasi dalam menghasilkan penelitian yang berkwalitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Disamping melaksanakan tugas penelitian juga membimbing beberapa mahasiswa S1 (1985 – 1997) dari: IPB; Fakultas Pertanian, Universitas Pajajaran Bandung; Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Sudirman; Fakultas Biologi, Universitas Pakuan Bogor. Membimbing mahasiswa S2 Fakultas Pascasarjana IPB Jurusan Hama Penyakit pada tahun 2005 – 2007. Penguji luar ujian terbuka S3 Fakultas Pascasarjana IPB dan Universitas Padjadjaran Bandung tahun 2005 – 2009.